Probolinggo, Selasa (17/2/2026) Kompasiana.com - Warna merah mendominasi Aula Alino Cafe & Eatery, Senin (16/2/2026) malam. Lampion bergantung rapi, ornamen khas Imlek menghiasi ruangan depan, sementara layar videotron menampilkan ucapan "Makan Malam Tahun Baru Imlek Keluarga Ibu Suryati Darmi 16 Februari 2026".
Di tengah suasana hangat itu, keluarga besar Ibu Surya Davi berkumpul, berfoto bersama, dan saling berbagi doa menyongsong Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Namun, bagi Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya atau yang akrab disapa Ivan, perayaan budaya tersebut juga menjadi momentum refleksi ekonomi daerah.
Momentum itu dinilai semakin relevan karena bertepatan dengan Tahun Kuda Api dalam kalender Tionghoa, yang melambangkan energi, keberanian, dan perubahan dinamis. Nilai tersebut, menurut Ivan, selaras dengan tantangan dunia usaha yang membutuhkan inovasi, adaptasi teknologi, serta kolaborasi lintas sektor.
"Selamat merayakan Imlek di Tahun Kuda 2026. Kita rayakan dengan penuh syukur dan sukacita. Semoga tahun ini membawa energi positif bagi pertumbuhan usaha dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo," ujar Ivan
Ivan menegaskan, transformasi ekonomi berbasis digital menjadi agenda prioritas KADIN Kabupaten Probolinggo, khususnya dalam memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Perubahan perilaku konsumen yang semakin akrab dengan platform daring menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi lebih cepat. Digitalisasi, menurutnya, bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis.
Mulai dari pemasaran melalui marketplace dan media sosial, sistem pembayaran non-tunai, hingga penguatan identitas merek secara digital menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pasar, baik regional maupun nasional.
Selain itu, penguatan jejaring bisnis juga menjadi prioritas untuk membuka akses permodalan, distribusi, serta kemitraan strategis. KADIN, lanjut Ivan, berkomitmen menjadi jembatan antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan investor guna menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Roadmap Ekonomi 2026: SDM, Pendampingan, dan Akses Pasar
Menurut Ivan, optimisme 2026 harus diwujudkan melalui langkah konkret. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pendampingan usaha berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari peta jalan (roadmap) penguatan ekonomi lokal.
"Semangat Kuda Api harus kita maknai sebagai keberanian berinovasi dan bergerak cepat. Dunia usaha tidak boleh stagnan. Kita harus adaptif dan responsif terhadap perubahan," tegasnya.
Ia berharap, perayaan Imlek tahun ini tidak hanya menjadi simbol budaya dan kebersamaan, tetapi juga refleksi kolektif untuk memperkuat solidaritas ekonomi daerah.
"Harapan kami, sinergi antar pelaku usaha dan pemerintah semakin kuat, UMKM naik kelas, dan investasi di Kabupaten Probolinggo semakin tumbuh. Dengan kebersamaan, ekonomi daerah akan lebih tangguh menghadapi dinamika global," tutup Ivan.
Imlek 2026 pun menjadi lebih dari sekadar pergantian tahun. Ia menjadi momentum mempercepat transformasi digital, memperkuat inovasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Ivan: Imlek 2026 Digitalisasi & Inovasi Kunci Kebangkitan UMKM Probolinggo", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/aliansimasyarakatakalsehat7135/6993e230ed64151a916ae542/ivan-imlek-2026-digitalisasi-inovasi-kunci-kebangkitan-umkm-probolinggo?page=2&page_images=1
Kreator: Jhon Qudsi