Mus Purmadani
- Selasa, 11 November 2025 | 13:04 WIB
RADAR SURABAYA – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menilai Kabupaten Sumenep tengah memasuki fase kebangkitan ekonomi yang menjanjikan.
Dengan potensi alam melimpah dan komitmen kuat dari pemerintah daerah, Sumenep dinilai memiliki posisi strategis sebagai daerah tujuan investasi baru di ujung timur Madura.
Menurut Adik, karakter geografis Sumenep yang memadukan daratan utama dan gugusan kepulauan menjadi kekuatan tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain di Madura.
“Sumenep memiliki kombinasi potensi lengkap: sektor maritim, pertanian, pariwisata, hingga energi. Ini bukan hanya peluang, tapi momentum besar untuk tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di kawasan timur Jawa,” ujar Adik saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sumenep Investment Summit 2025 di Sumenep, Senin (10/11).
Berdasarkan data, perekonomian Sumenep tahun 2024 tumbuh sebesar 3,77 persen, dan bahkan mencapai 4,64 persen tanpa migas.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menembus Rp 45,22 triliun, menandakan peningkatan produktivitas yang signifikan.
Adik menambahkan, realisasi investasi di Sumenep juga terus meningkat.
Sepanjang 2024, nilai investasi mencapai Rp 2,8 triliun, dan pada triwulan pertama 2025 sudah menembus Rp 1,3 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 5.500 orang.
“Ini bukti bahwa kepercayaan investor terhadap Sumenep semakin tinggi,” jelasnya.
Kebijakan pemerintah daerah yang pro-investor dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga tren positif tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sumenep diketahui telah menerbitkan Perbup Nomor 34 dan 35 Tahun 2024 yang memberikan insentif dan kemudahan perizinan bagi penanam modal.
Lebih lanjut, Adik menyoroti sejumlah sektor unggulan yang layak menjadi fokus investasi, di antaranya industri rumput laut, garam, perikanan tangkap, pariwisata kesehatan (wellness tourism), serta energi terbarukan.
“Rumput laut Sumenep memiliki kualitas yang sangat baik, namun masih butuh investasi pengolahan pascapanen. Begitu juga dengan garam — PT Garam di Kalianget memproduksi hingga 319 ribu ton per tahun. Ini saatnya investasi diarahkan ke industri refinery garam dan cold storage modern,” paparnya.
Untuk sektor pariwisata, Adik menilai Gili Iyang memiliki potensi global berkat kadar oksigen tinggi hingga 20,9 persen.
“Pulau ini bisa dikembangkan sebagai destinasi eco-wellness tourism kelas dunia. Tren wisata kesehatan sedang naik, dan Sumenep punya modal alam luar biasa,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan Kangean Energy Indonesia (KEI) membuka peluang di sektor jasa penunjang migas lepas pantai.
Potensi energi surya di wilayah kepulauan juga menjanjikan peluang investasi jangka panjang melalui sistem PLTS dan microgrid.
Kadin Jatim menilai momentum investasi di Sumenep akan semakin kuat seiring peningkatan infrastruktur transportasi dan logistik.
Bandara Trunojoyo kini sudah beroperasi kembali dengan rute Surabaya–Sumenep dua kali seminggu.
Sementara Pelabuhan Kalianget terus dikembangkan dengan dukungan APBN 2025 sebesar Rp 48,5 miliar.
“Selama ini tantangan utama di Sumenep adalah transportasi dan logistik. Dengan infrastruktur yang makin baik, arus barang dan investasi akan lebih lancar,” tutur Adik.
Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk masuk ke Sumenep.
Selain itu, keberadaan Kangean Energy Indonesia (KEI) membuka peluang di sektor jasa penunjang migas lepas pantai.
Potensi energi surya di wilayah kepulauan juga menjanjikan peluang investasi jangka panjang melalui sistem PLTS dan microgrid.
Kadin Jatim menilai momentum investasi di Sumenep akan semakin kuat seiring peningkatan infrastruktur transportasi dan logistik.
Bandara Trunojoyo kini sudah beroperasi kembali dengan rute Surabaya–Sumenep dua kali seminggu.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim menegaskan bahwa daerahnya kini tengah memasuki babak baru pembangunan ekonomi yang lebih terbuka, improvisif, dan akseleratif.
“Pemerintah tidak hanya menunggu investor datang, tetapi juga menjemput dan menggelar karpet merah bagi pelaku usaha yang memiliki visi membangun bersama,” ujarnya.
Untuk memperkuat daya tarik investasi, Pemkab Sumenep kini mengembangkan empat kluster ekonomi unggulan.
Kluster industri kelautan dan perikanan terpadu, mencakup pengolahan hasil laut, cold storage, logistik perikanan, dan wisata bahari berkelanjutan.
Kluster energi dan sumber daya alam, berfokus pada pengolahan migas, panas bumi, dan energi terbarukan.
Baca Juga: BMKG Minta Warga Surabaya Waspadai Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Kluster pariwisata dan ekonomi kreatif, yang mengangkat potensi wisata bahari, budaya, dan energi sebagai daya tarik utama investasi.
“Keempat kluster tersebut akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Sumenep yang mendorong peningkatan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (mus)